14 Agustus 2008

Grup Samsung kembangkan biodiesel di Indonesia

Jakarta, 22 Juli, 2008 – Grup Samsung, perusahaan terbesar Korea Selatan, berencana mengembangkan suatu perkebunan kelapa sawit seluas 25,000-hektar dan penyulingan biodiesel di provinsi Riau dengan nilai investasi mencapai Rp 15 triliun ($1.63 milyar dolar AS). The Jakarta Post melaporkan (07/22/2008)

Ketua Tim Nasional Pengembangan Biofuel Al Hilal Hamdi menyatakan pada hari Senin, perusahaan itu akan mengeluarkan dana sebesar Rp 1.5 triliun untuk membeli tanah dan membangun pabriknya.

"Mereka membeli tanah baru-baru ini dan itu merupakan investasi awal. Jumlah keseluruhan investasinya akan meningkat sampai 10 kali," ujarnya, dan menolak menjelaskan dimana lokasi tanah dimaksud.

Dikatakannya pabrik Samsung diharapkan akan mulai dibangun tahun depan dan memproduksi 50,000 kiloliter biodiesel per tahun.

"Samsung adalah salah satu dari banyak investor yang tertarik untuk mengambil bagian pengembangan proyek biodiesel negeri ini di Sumatra," ujarnya.

Bagaimanapun, Kang Hyonghyun dari Samsung C&T Corporation yang bertugas di Indonesia menyatakan dia belum diberitahu tentang rencana tersebut.

Pada bulan Maret 2008, investasi pengembangan energi-bio di negeri ini telah mencapai Rp 31.47 triliun.

Untuk mengurangi ketergantungan bahan baker fossil, termasuk minyak, pemerintah pada bulan Oktober akan menerapkan suatu peraturan baru yang mengharuskan paling sedikit 2.5 persen dari Bahan Bakar yang dikonsumsi industri, harus menggunakan biofuel.

Undang-undang itu pertamanya kali akan diberlakukan hanya di Jawa dan Sumatra.

Indonesia memproduksi dua macam biofuel -- bioethanol, yang terbuat dari singkong/cassava, tebu/sugarcane dan gandum/sorghum; dan biodiesel yang dibuat dari tanaman jarak dan minyak mentah sawit.

Produksi biofuel Indonesia pertahunnya saat ini adalah 2 juta kiloliter dan diharapkan bertumbuh menjadi 5 juta kiloliter by 2010.

Kapasitas produksi bioethanol negeri ini mencapai 192,349 kiloliter pertahunnya pada ujung akhir pertengahan tahun. Gambaran ini diharapkan akan makin meningkat menjadi 4 juta kiloliter pada tahun 2010.

Kegiatan bisnis Samsung meliputi electronik, rekayasa, konstruksi dan pembuatan kapal.

sumber : www.bkpm.go.id