| Selasa, 9 September 2008 |
| RUWA JURAI |
| LABUHANRATU (Lampost): Kebakaran kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus terjadi. Sabtu (6-9), selain menghanguskan sedikitnya 150 hektare hutan ilalang, si jago merah juga melalap ribuan tanaman keras seperti sonokeling, mentru, dan sungkai. Sementara itu, petugas menduga kebakaran yang beberapa kali terjadi di kawasan taman nasional itu disebabkan ulah manusia. Kepala Seksi III Kualapenet, Ida Bagus Nyoman Rai, mengatakan kebakaran pada Sabtu (6-9), sekitar pukul 15.00 itu, terjadi di eks Desa Sidomulyo, eks Desa Ponorogo, blok 12, 13, dan 14 Seksi III Kualapenet Resor Plangijo. Api yang menghanguskan hutan ilalang dan melahap ratusan pohon sonokeling, puspa, dan sungkai itu baru dapat dipadamkan sekitar pukul 21.00. Lambannya pemadaman itu disebabkan beberapa hal, selain terbatasnya sarana dan prasarana, lokasi kebakaran sulit juga dijangkau. "Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00. Tapi akibat terbatasnya personel dan fasilitas, ditambah lokasi kebakaran sulit dijangkau, api baru dapat dijinakkan sekitar pukul 21.00," kata Nyoman Rai, Senin (8-9). Mengenai penyebab kebakaran, menurut dia, kebakaran kawasan TNWK yang telah beberapa kali terjadi selama tiga bulan terakhir merupakan perbuatan orang yang tak bertanggung jawab. Selain disebabkan puntung api rokok yang sengaja dibuang warga yang melintas, kebakaran itu juga disebabkan ulah pemburu atau perambah yang membuat perapian dalam hutan. "Kalau disebabkan alam seperti terjadi gesekan antarpohon kering atau akibat petir, itu sangat jarang terjadi. Yang jelas, kebakaran hutan TNWK selama ini disebabkan ulah manusia," ujarnya. Menurut Nyoman Rai, guna menekan kebakaran agar tidak terus terjadi, Balai TNWK akan memperketat lalu lintas warga sekitar hutan. Selain itu, petugas juga akan melarang warga menggembalakan ternak di sekitar hutan. "Kini ada sekitar 200 ekor kerbau milik salah seorang warga Kecamatan Braja Selebah yang dilepas liar di hutan TNWK. Kami akan minta bantuan pihak kepolisian mengusir ratusan kerbau itu agar tak berkeliaran dalam hutan," kata Nyoman Rai. n */D-1 Agus* |